Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kanit Resmob Polda Jambi Diserang Begal saat Penggrebekan, Kondisi Kritis

11 Mei 2022 | 08:27 WIB Last Updated 2022-05-12T01:38:45Z
Kanit Resmob Polda Jambi Diserang Begal saat Penggrebekan, Kondisi Kritis
Kanit Resmob Polda Jambi Diserang Begal saat Penggrebekan, Kondisi Kritis (foto: Ilustrasi begal / penyerangan dengan senjata tajam / klitih / perampokan. Shutterstock)

Kriminal Jambi - Penangkapan pelaku begal di Seberang Kota Jambi, Selasa petang 10 Mei 2022 oleh tim Resmob diwarnai dengan perlawanan. Kepala Unit Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, Ajun Komisaris Johan Silaen, terluka serius dan kritis akibat terkena tusukan tombak ikan pelaku.

Dirreskrimum Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Kaswandi Irwan, di RSUD Raden Mattaher di Jambi, membenarkan kejadian itu dan saat ini kondisi Silaen setelah menjalani operasi dalam keadaaan belum sadar karena pengaruh bius setelah operasi pengangkatan tombak di bagian perutnya.

"Saat ini kondisi AKP Johan Silaen dalam perawatan medis setelah jalani operasi dan dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi, dan mohon doanya agar anggota kami selamat," katanya Selasa 10 Mei 2022.

Akibat perbuatann Kriminal tersebut, Polisi menembak pelaku begal, Taufik Galing (32) usai menyerang dan menombak Silaen. Galing menombak Silaen di tempat kejadian perkara di Kelurahan Tanjung Pasir, Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi. Galing tewas di tempat.

Irwan mengatakan, kejadian terjadi pada pukul 18.00 WIB, setelah polisi mendapat informasi Galing tengah berada di rumahnya.

Menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan dari Resmob Polda Jambi, Opsnal Polresta Jambi, Polres Batanghari, dan Polres Muarojambi langsung mendatangi rumah Galing. "Di TKP, pelaku yang telah mengetahui kedatangan polisi sempat berteriak: 'Silakan tangkap, saya sudah siap. Saya akan melakukan perlawanan." Tim lalu mengepung kediaman pelaku," kata Irwan saat dikonfirmasi wartawan di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Ia bilang, Silaen yang saat itu memimpin penangkapan, langsung masuk ke rumah bersama beberapa orang anggota. Namun Galing yang sudah menunggu di dalam rumah, langsung menombak Silaen. "Anggota kami, AKP Silaen posisinya di depan, karena dia yang memimpin. Saat itu dia mengenakan rompi (anti peluru, tetapi ditusuknya di perut kirinya," katanya.

Setelah Silaen ditombak, anggota yang berada di belakangnya lantas menembak dia karena dia sudah menyerang polisi.

Irwan bilang, polisi melepaskan tiga tembakan ke arah dada yang menyebabkan Galing tewas di tempat.

"Terkait kejadian ini, sudah kami berikan pengertian kepada keluarga pelaku dan kami sampaikan apa adanya yang kemudian tindakan tegas diambil karena tindakan pelaku juga beresiko terhadap anggota lainnya," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, Taufik Hardiansyah alias Galing merupakan masuk ke dalam DPO terkait 11 kasus curas maupun curat di sejumlah wilayah.

"Ke-11 TKP ada ada enam TKP pencurian dengan kekerasan di wilayah Polres Batanghari, dua TKP di Polresta Jambi masing-masing satu kasus pencurian kekerasan atau curas dan satu pencurian pemberatan (curat) serta tiga TKP di Muarojambi," kata Irwan.

Reporter: Antara
Editor: Eko Ari Wibowo
Sumber: Nasional Tempo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar